Selasa, 19 Januari 2010

Tips Mancing Ikan Darat Laut

Mata kail adalah salah satu alat untuk menangkap ikan yang paling populer dan digunakan untuk memancing.

Mata kail digunakan sebagai tempat untuk menaruh umpan pancing, yang pada awalnya terbuat mulai dari tulang atau kayu keras pada zaman dahulu.

Mata kail pada masa zaman batu yang terbuat dari tulang, ditemukan di Skåne, Swedia

Pada masa kini bermacam mata kail sudah dapat dibuat dari berbagai macam logam keras seperti dari besi (yang diberi lapisan chrome), baja atau bisa juga dengan campuran bahan logam lainnya misalnya dari bahan karbon

memancing
Memancing (Inggris:Fishing) secara luas adalah suatu kegiatan menangkap ikan yang bisa merupakan pekerjaan, hobi, olahraga luar ruang (outdoor) atau kegiatan di pinggir atau ditengah danau, laut, sungai dan perairan lainnya dengan target seekor ikan. Atau bisa juga sebagai kegiatan menangkap ikan atau hewan air tanpa alat atau dengan menggunakan sebuah alat oleh seorang atau beberapa pemancing.

Namun dalam praktek dan dari hasil buruannya, tidak semua kegiatan memancing ikan selalu membuahkan hasil seekor ikan, memancing ikan dapat juga diartikan tidak saja untuk menangkap ikan namun juga kodok, penyu, ikan, cumi-cumi, gurita, bahkan ikan paus.

Memancing ikan dapat dibedakan berdasarkan alam buruannya, yaitu:

* Memancing ikan air laut
* Memancing ikan air tawar

Pada dasarnya memancing hanyalah salah satu cara menangkap ikan. Oleh karena itu banyak cara atau teknik menangkap ikan yang lain.

Lokasi Potensial Mancing Laut di Jawa Barat
Jakarta – Di perairan Indonesia, banyak terdapat lokasi mancing potensial yang dapat anda coba. Di bawah ini beberapa lokasi mancing yang potensial di Jawa Barat yang didata oleh Nautica Saltwater Fishing Club antara lain:

Teluk Jakarta
Menuju ke Utara dari pantai Teluk Jakarta terdapat Kepulauan Seribu, sekelompok pulau kecil yang bertaburan di sana. Banyak lokasi mancing di gugusan karang yang tersebar di sekitarnya. Laporan hasil tangkapan terbesar adalah marlin hitam (black marlin) seberat kurang lebih 50 Kg

Ujung Kulon dan sekitarnya
Ujung Kulon berlokasi di Jawa Barat. Bermobil selama 3 jam akan tiba di pantai Anyer dan Carita. Di sana banyak kapal carteran untuk mancing ke Ujung Kulon, Gunung Krakatau atau bahkan sampai ke Lampung Selatan. Pada musim yang tepat, pemancing dapat melakukan Tag & Release pada Marlin seberat 200 Kg.

Gunung Krakatau
Lokasi unik yang berada di tengah selat Sunda. Sebuah gunung berapi yang muncul dari permukaan laut. Krakatau dapat dicapai dari Anyer dan Carita. Kira-kira 2 jam dengan kapal cepat dan 3,5 jam dengan kapal diesel. Ada 3 pulau di sekitar anak Krakatau yang masih aktif. Ketiganya terlihat seperti merupakan bagian dari pecahan Krakatau sebelum meletus pada tahun 1883. Oleh sebab itulah banyak terdapat laguna di sekitarnya. Laguna ini merupakan rumah bagi ikan masidung, kakap merah, kerapu dan ikan penghuni karang lainnya. Di samping memancing, pemandangannya juga menakjubkan.

Pelabuhan Ratu
Perkampungan nelayan yang lainnya, namun lebih besar ketimbang Muara Binuangen adalah Pelabuhan Ratu. Lokasi ini sangat terkenal di antara pemancing Indonesia. Beberapa waktu yang lalu di sana terpancing marlin hitam dan marlin biru seberat 200 kg.

Ujung Genteng
Letaknya dekat Surade dan Jampang Kulon (Sukabumi). Di sini banyak terdapat masidung dan tuna serta lainnya. Juga terdapat pantai di mana penyu bertelur yaitu di Pangumbahan. Lokasi ini kondang akan ombaknya untuk berselancar.

Batu Karas
Sekitar 1,5 jam dari gerbang Pangandaran. Sekali lagi hasilnya masidung, tenggiri, tuna, dan sebagainya. Sebelum tiba dilokasi akan melewati sebuah sungai yang indah, mirip Green Canyon di Amerika. Salah satu lokasi potensial di sana adalah Legok Jawa.

beberapa lokasi pemancingan murah di jakarta

Pantai Muara Baru

- Pintu masuk RP. 500 parkir 1000
- Ikan Samge, Kerapu, Beronang, Kakap batu
- gaya mancing lempar pake joran 1.2 - 3 meter, umpan udang hidup
- Jam -jam ikan lagi makan sekitar jam 03:00 - 08:00, kalo siang atau sore jangan mancing, nggak akan dapet apa2
- makanan dan minuman banyak .

Pantai Indah Kapuk.
masuk dari pantai indah kapuk terus sampai lapangan golf terus nanti masuk ke area tambak bandeng. kalo malem2 serok aja ikannya gede2..heheh
- masuk gratis tapi jalannya tanah dan kalau hujan becek
- selain ikan, bisa juga mancing kepiting, umpan untuk kepiting cukup daging sapi/**** yang alot

Ancol Barat dekat pabrik kaca asahimas
- masuk gratis, cuma parkir motor aja Rp.1.000
- disini bisa sewa perahu untuk ke pulau atau bisa sewa perahu untuk mancing di tengah atau bagan
- biaya sewa ± 300 - 500rb perhari
- bisa juga mancing di bebatuan atau biasa disebut batrean
memancing di batrean sangat beresiko, saya pernah lihat satu orang tewas karena pasang dan orang tersebut tidak bisa berenang

Bagan di daerah kepulauan seribu (p. aer, P. pari dll)
- untuk menuju lokasi bisa naik perahu dari kamal
- harga 12.000 untuk antar dan jemput ke bagan (ntah sekarang sudah naik atau belum)
- jika ingin turun di pulau khayangan, Onrus atau P. Kelor bisa meminta tukang perahu untuk mengantarkan ( mungkin akan diminta biaya tambahan)
- Umpan harus bawa sendiri, Box ikan serta Es batu harus dibawa dari pantai
- Dikamal juga merangkap pasar ikan, jadi jika pergi pagi hari maka tidak usah bawa umpan, cukup beli ditempat, tetapi jika berangkat malam maka kita harus menyediakan sendiri umpan-umpannya.
- Ikan disini Talang-talang (sejenis tengiri tetapi kecil), Kwe, Kerapu, Tanda-tanda, Samge, dan beberapa jenis ikan lainnya.
- di Pulau juga tersedia dermaga kapal yang jarak ke dasar laut sekitar 2 - 5 meter, jadi bisa dipakai untuk ngotrek ikan-ikan jenis tanda-tanda dipagi hari
- Jika mancing di bagan, ikan yang didapat bisa lebih besar dibandingkan dipantai, tetapi kita tidak hanya boleh memancing di atas bagan ini dari pagi hingga sore hari, karena sore hari pemilik bagan akan datang ke bagan untuk menurunkan jala. kadang kala jika pemilik bagan tidak mengijinkan kita menaiki bagannya, kita bisa dimarahi .

Sejarah


Seorang pemancing sedang memancing ikan air tawar di sebuah telaga dengan menggunakan tongkat pancing (joran)

Memancing dalam arti menangkap ikan sudah dikenal oleh peradaban manusia sejak zaman dahulu sekitar 10.000 tahun yang lalu. Hal ini terbukti dari peninggalan-peninggalan arkeologi pada goa-goa tua di Eropa bahwa aktifitas penangkapan ikan sudah ada sejak dulu dengan ditemukannya tulang-belulang, mata kail dan gambar serta lukisan pada zaman batu di dalam goa-goa tersebut.

Teknik menangkap ikan mulai beragam pada masa Neolithic sekitar 4.000 - 8.000 tahun yang lalu yang kemudian berkembang menjadi teknik yang lebih moderen dan masih dipakai hingga saat ini. Begitu pula dengan cara pengolahan ikan hasil tangkapan, saat ini cara tersebut masih dilakukan dengan teknik yang sama misal pengawetan ikan dengan menggarami atau dengan cara pengasapan.

Teknik Menangkap ikan

Bedasarkan caranya, memancing hanyalah salah satu cara untuk menangkap ikan atau hewan air, selain dengan cara memancing ada beberapa cara menangkap ikan yang lain yaitu:

Dengan Tangan


Menangkap ikan dengan tangan.

Menangkap ikan dengan tangan dapat dilakukan pada perairan dangkal seperti di sungai kecil. Pengertian menangkap ikan dengan tangan menjadi meluas dalam istilah memancing yaitu tanpa menggunakan tongkat pancing (joran) tetapi tetap menggunakan rol pancing dan senar atau biasa disebut mancing tangan.

Saat mancing di laut, menangkap ikan dengan cara ini kerap digunakan untuk jenis memancing dasar laut (bottom fishing). Di Inggris dan Amerika menangkap ikan trout dan ikan salem di sungai-sungai berair dangkal dapat dilakukan dengan tangan (trout tickling).

Pada perairan laut mengumpulkan kerang dengan menggunakan tangan dapat dilakukan dengan cara menyelam.

Tombak


Mata tombak untuk menangkap ikan dari Guyana

Menangkap ikan dengan cara menombak lebih mudah daripada dengan tangan dan cara ini sudah digunakan sejak lama oleh manusia.

Ujung tombak dibuat sedemikian rupa seperti pada mata kail agar ikan yang tertangkap tidak dapat lepas dari mata tombak.

Tombak yang dipakai dapat mermacam-macam bentuk, dari yang mempunyai gagang pendek hingga yang panjang dan biasanya bercabang tiga diujungnya (semacam trisula), atau dapat pula hanya bermata satu.

Harpoon


Mata harpoon

Pada masa sekarang cara menangkap ikan dapat menggunakan harpoon yaitu alat penangkap ikan berupa tombak yang diberi tali yang panjang.

Menangkap ikan dengan cara ini diharuskan menggunakan perahu dengan cara mengejar ikan yang sedang diburu.

Harpoon ditembakkan dengan menggunakan sebuah alat pelontar, biasanya alat ini digunakan untuk menangkap Paus.

Setelah ikan terkena harpoon, lalu ikan ditarik dan kemudian diangkat keatas geladak kapal.

Tali pancing


Rol pancing

Pada saat ini cara menangkap ikan paling favorit dan praktis serta dapat dilakukan secara sendirian ialah dengan menggunakan tali pancing yang disebut juga senar.

Pada ujung senar dipasang satu atau lebih mata kail yang mana setiap mata kail diberi umpan hidup ataupun umpan tiruan.

Menangkap ikan dengan cara ini dapat dilakukan di pinggir sungai, danau, tepi laut atau bahkan di tengah laut dengan menggunakan perahu.

Memancing ikan air laut adalah kegiatan, olahraga, hobi atau salah satu cara menangkap ikan dilaut dan dilakukan mulai dari pinggir pantai hingga ke tengah laut dengan menggunakan bantuan alat pemancing ikan.

Di air laut, memancing ikan pada zaman ini dapat dilakukan dengan cara:

* Memancing pinggir laut
* Memancing tengah laut
* Memancing permukaan laut

Selain itu kondisi saat memancing ikan di laut dapat dilakukan pada siang hari (dari pagi hingga petang) dan juga malam hari. Namun semua kegiatan memancing di laut kadang selalu tergantung juga dengan keadaan cuaca di sekitarnya.


Pemancing sedang mengajar seekor ikan Marlin dengan cara memacing berjalan dengan sebuah kapal pancing (trolling)

Faktor Cuaca

Tidak setiap pemancingan ikan di laut selalu berhasil dengan baik. Saat memancing ikan dilaut, faktor cuaca atau faktor alam sangat berpengaruh pada hasil tangkapan. Faktor cuaca biasanya tergantung dari bermacam faktor.
Pemancing sedang berusaha menarik seekor ikan Marlin yang telah lemas ke sisi kapal untuk diangkat ke geladak kapal

Faktor Cuaca di atas permukaan laut

Matahari dan Bulan


Terik tidaknya matahari pada siang hari kadang mempengaruhi kegiatan ikan. Memancing yang baik adalah saat menjelang pagi atau subuh, dimana secara biologis ikan baru keluar dari tidurnya dan mencari makan. Diteruskan hingga siang hari teriknya matahari yang terus bersinar tanpa adanya mendung dan gelap.

Sedangkan di malam hari berpengaruh kepada ada atau tidaknya bulan. Pada malam hari memancing ikan yang baik adalah pada saat tidak ada bulan atau dengan kata lain pada saat tidak ada sinar. Karena air laut itu mengandung garam maka jika ada sinar bulan pada malam hari akan menyebabkan senar pancing yang ada di dalam air laut akan terlihat seperti menyala, itu diakibatkan karena adanya sinar atau cahaya dari atas permukaan air. Tetapi untuk memancing cumi-cumi atau udang lebih sering dilakukan pada malam hari justru disaat ada bulan adalah saat yang paling baik, karena hewan-hewan ini sangat tertarik kepada cahaya yang menyebabkan mereka mengumpul di permukaan laut disaat ada bulan. Itu sebabnya mengapa nelayan pada malam hari menggunakan lampu atau petromak untuk mencari ikan kecil, udang dan cumi-cumi.

Angin, Ombak dan Awan

Kecepatan angin juga mempengaruhi kegiatan ikan, karena besar tidaknya ombak adalah akibat dari tiupan angin. Dari tiupan angin akan mengakibatkan adanya ombak dan juga bisa berpengaruh kepada ada atau tidaknya awan. Jika memancing di tengah teluk yang curam disaat ombak besar ikan-ikan yang lebih kecil biasanya akan menuju ke teluk yang mengakibatkan ikan-ikan besar juga ikut ke dalam teluk untuk mencari mangsa.

Aliran angin juga tergantung dari cuaca dan musim. Jika mendung dan matahari terhalang atau redup, ikan laut juga biasanya akan berenang dan berada lebih kedalam air atau bahkan ke dasar laut. Disaat hujan atau musim hujan, ikan laut cenderung lebih sedikit karena salinitas air laut atau kadar garam pada air laut berkurang yang disebabkan oleh banyaknya air tawar yang terbuang ke permukaan laut juga ditambah oleh aliran muara sungai tempat air tawar terbuang ke tengah laut dan mengakibatkan ikan menuju ke tengah laut, ke dasar laut atau bersembunyi dikarang. Sedangkan jika hujan terjadi di tengah laut dan hanya sebentar apalagi ketika hujan baru reda kadang ikan akan bertambah lapar dan agresif.

Faktor Cuaca di dalam air laut

Suhu air laut


Suhu air laut sangat berpengaruh pada ikan, jika terlampau panas ikan akan lebih ke dalam laut atau ke tengah laut untuk mencari suhu yang lebih dingin, tetapi pada suhu yang agak tinggi ikan akan lebih agresif dalam mencari makan. Sedangkan jika suhu air laut terlampau dingin, ikan akan kurang dalam selera makan dan kurang begitu agresif. Suhu air laut daerah tropis berkisar antara 26 - 35 derajat celcius sedangkan pada daerah kutub bisa mendekati nol derajat celcius.

Arus air laut

Arus air dipengaruhi oleh keadaaan laut sekitarnya. Banyak kejadian pada saat situasi angin lemah, arus air bisa kencang atau pada saat angin kencang arus air dalam laut justru lemah. Jadi arus air tidak dipengaruhi oleh angin.

Jika arus air laut kencang dapat terlihat pada mancing dasar oleh miringnya senar pancing ketika timah pemberat umpan pancing dan mata kail sudah menyentuh dasar laut. Kadang mata kail dapat bergeser sangat jauh atau bahkan tidak dapat menyentuh dasar laut. Keadaan seperti ini dapat diatasi dengan memberi pemberat yang lebih besar. Seperti layaknya udara, air laut bergerak dari yang bersuhu dingin menuju ke suhu yang lebih hangat. Pada daerah pertemuan kedua arus inilah biasanya ikan banyak berkumpul.

Kejernihan air laut

Faktor kejernihan atau kekeruhan air laut juga patut diperhitungkan. Kadang kekeruhan air yang buruk atau banyaknya sampah dapat menyebabkan ikan berkurang. Saat yang lebih baik adalah pada keadaan laut sekitarnya bening dan berwarna biru terang dan matahari bersinar terik. Kadang perbedaan warna laut bisa diakibatkan oleh sinar matahari yang redup atau terhalang oleh mendung, hal ini dapat menyebabkan air laut terlihat keruh.


Pemancing sedang berusaha menarik seekor ikan Marlin yang telah lemas ke sisi kapal untuk diangkat ke geladak kapal

Alat pancing

Dalam pengertian olahraga memancing selain mata kail, alat pancing terdiri dari bermacam alat pendukung, seperti:

* Pelampung pancingan, bisa terbuat dari kayu, busa, gabus atau plastik selama sesuai dengan penggunaannya sebagai pelampung yang ringan dan dapat mengambang di atas permukaan air.
* Pemberat umpan pancing, umumnya menggunakan bahan dari timah agar umpan dapat tenggelam di bawah air.
* Rol pancing, biasanya diletakkan pada pangkal dari tongkat pancing (joran pancing) yang berguna sebagai tempat menggulung tali senar pancing dan terdapat pemutar pada bagian sampingnya, tapi dapat pula rol pancing digunakan tanpa tongkat pancing dengan cara tali senar digulung secara manual oleh tangan.
* Tali senar pancing, digunakan untuk memasang mata kail sekaligus sebagai media penghubung antara pemancing dengan ikan yang terpancing.
* Tongkat pancing, digunakan untuk tempat rol pancing pada pangkalnya dan biasanya tongkat pancing tidak digunakan pada area berair dalam atau pada saat memancing dasar.
* Umpan pancing, terdiri dari beragam variasi, mulai dari umpan buatan misal berupa ramuan hingga umpan alam hidup ataupun mati misalkan ikan kecil, udang, cacing atau cumi-cumi

Pada dewasa ini mata kail tidak lagi harus menggunakan umpan dari bahan organik, tetapi dapat pula digunakan umpan buatan (lure) yang berbentuk seperti umpan asli dan terbuat dari kayu atau plastik.


Musim Di Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu merupakan salah satu wilayah di Jakarta yang memiliki kekayaan dan aneka ragam hayati laut. Makanya, bagi yang hobi memancing, sudah tak asing lagi dengan Kepulauan Seribu yang kaya akan berbagai jenis ikannya. Sayangnya, tak semua keanekaragaman hayati tersebut dapat ditemui dalam waktu bersamaan. Ada saat-saat tertentu dimana beberapa jenis ikan akan muncul.

Kemunculan ikan-ikan ini dipengaruhi faktor angin yang biasa berhembus di laut. Berdasarkan perhitungan para nelayan, ada beberapa musim angin yang bagus untuk melaut dan ada beberapa musim yang baiknya tidak melaut. Informasi ini, diharapkan bisa menjadi referensi bagi para pemancing sebelum bertolak ke Kepulauan Seribu.

Musim Daya Laut
Merupakan musim yang baik untuk memancing atau bagi nelayan baik untuk melaut. Karena pada musim daya laut yang terjadi sekitar Oktober-November, kondisi alam cukup bersahabat. Tiupan angin yang tidak begitu kencang dengan ombak yang tenang sangat cocok untuk mencari ikan di laut. Pada musim ini, biasanya sejumlah ikan seperti Ikan Manyang, Kembung, Selar, Teri, dan Tongkol sangat mudah ditemui.

Musim Barat Daya
Biasanya pada musim ini, angin bertiup dari arah barat daya ke arah timur laut melewati pulau-pulau dengan kecepatan yang sangat kencang (badai), warga setempat menyebutnya dengan istilah angin barat daya. Kondisi ini tentu diperparah dengan ombak laut yang cukup ganas serta badai angin. Musim ini biasanya terjadi sekitar awal tahun baru, yaitu bulan November-Januari.

Nelayan setempat, meyebut musim ini sebagai musim "paceklik" karena banyak nelayan yang tidak berani melaut. Pada musim ini, nyaris seluruh perairan seperti tidak ada ikannya. Untuk itu, jika memaksa memancing pada musim ini siap-siap saja gigit jari.

Musim Timur
Pada musim ini biasanya terjadi mulai Juni-Agustus. Musim timur, biasanya angin bertiup kencang mulai pagi hingga malam hari dengan iringan badai dan gelombang laut yang besar. Pada musim ini, ketinggian gelombang bisa mencapai 1-2 meter. Karena gelombang tinggi, beberapa nelayan menjalankan aktifitasnya pada malam hari dnegan alat pancing.

Biasanya, aktifitas ini disebut "ngambur" karena saat menangkap ikan menggunakan alat penerang berupa obor. Saat memancing, para nelayan hanya bisa mendapatkan beberapa jenis ikan seperti Ikan Tambak, Jerapa, Kakap Putih, dan beberapa jenis ikan yang hidup diantara batu karang.

Musim Tenggara
Musim ini merupakan musim yang paling dibenci para warga Kepulauan Seribu, karena saat ini biasanya beberapa perairan dipenuhi beragam sampai dari daratan. Tak heran, masyarakat setempat menyebut musim tenggara dengan musim sampah. Mengikuti arah angin tenggara, beberapa sampah mulai sampah rumah tangga hingga limbah pabrik memenuhi pesisir dari daratan Jakarta dan Tangerang.Musim ini terjadi sepanjang bulan Mei.
Musim Kemarau
Musim ini terjadi mulai pertengahan Mei sampai bulan September. Musim ini ditandai dengan panas yang menyengat di atas rata-rata. Seperti kemarau di daratan, musim kemarau di Pulau Seribu membuat warga kesulitan mencari sumber air bersih.

Musim Pancaroba
Musim ini merupakan peralihan dari musim kemarau kemusim penghujan. Musim ini terjadi selama satu bulan di antara akhir musim kemarau dan awal penghujan yaitu bulan oktober. Masyarakat mengenal musim ini sebagai musim musim penyakit. Karena pada masa peralihan ini, tak sedikit masyarakat terserang penyakit pusing-pusing (sakit kepala), influenza, dan gatal-gatal pada kulit.

Musim Penghujan
Musim ini biasanya terjadi pada bulan November-April yang diikuti dengan curah hujan tinggi mulai bulan Februari sampai April. Musim penghujan untuk masyarakat Kepulauan Seribu merupakan salah satu musim yang paling diharapkan kedatangannya, karena sebagian warga yang dikelilingi lautan ini bisa mendapatkan sumber air bersih untuk keperluan minum dan masak dari penampungan air hujan yang dimiliki hampir seluruh warga.

Pengaruh Musim Terhadap Potensi Laut

Disamping musim angin yang telah disebutkan, beberapa nelayan mempunyai perhitungan sendiri untuk mendapatkan hasil laut yang sesuai dengan keinginannya. Potensi laut yang umumnya dimanfaatkan para nelayan adalah ikan dan sebagian kecil biota laut yang memiliki nilai ekonomi.Namun, semenjak awal tahun 90-an potensi ikan di perairan Kepulauan Seribu sudah berkurang, hal itu disebabkan oleh peralihan metode penangkapan ikan. Dewasa ini, perkembangan teknologi alat tangkap merupakan biang keladi berkurangnya jumlah ikan, penangkapan ikan besar-besaran oleh nelayan lokal mapun nelayan dari luar Kepulauan Seribu sangat berdampak pada peningkatan jumlah ikan, apalagi penggunaan alat tangkap yang merusak ekosistem laut sempat ramai akhir tahun 80-an. Berikut musim ikan yang biasanya terjadi di Kepulauan Seribu.

Musim Ikan Tongkol
Ikan tongkol merupakan jenis pelagis yang melakukan migrasi melintasi perairan laut jawa. Musim migrasi terjadi pada bulan Oktober hingga April. Pada masa ini nelayan panen ikan tongkol dalam jumlah besar. Sayangnya, melimpahnya jumlah ikan tongkol pada musim ini mengakibatkan harga menjadi turun, ditambah pembeli yang terbatas.

Musim Ikan Tenggiri

Ikan ini juga merupakan jenis pelagis yang menjadi primadona nelayan karena harga jual yang tinggi. Ikan ini banyak dijumpai diperairan Kepulauan Seribu pada bulan-bulan November dan Desember

Faktor cuaca bila mancing laut

Memancing ikan air laut adalah kegiatan, olahraga, hobi atau salah satu cara 
menangkap ikan dilaut dan dilakukan mulai dari pinggir pantai hingga ke tengah
laut dengan menggunakan bantuan alat pemancing ikan.

Di air laut, memancing ikan pada zaman ini dapat dilakukan dengan cara:
. Memancing pinggir laut
. Memancing tengah laut
. Memancing permukaan laut

Selain itu kondisi saat memancing ikan di laut dapat dilakukan pada siang hari
(dari pagi hingga petang) dan juga malam hari. Namun semua kegiatan memancing
di laut kadang selalu tergantung juga dengan keadaan cuaca di sekitarnya.

Faktor Cuaca
Tidak setiap pemancingan ikan di laut selalu berhasil dengan baik. Saat
memancing ikan dilaut, faktor cuaca atau faktor alam sangat berpengaruh pada
hasil tangkapan. Faktor cuaca biasanya tergantung dari bermacam faktor.
Pemancing sedang berusaha menarik seekor ikan Marlin yang telah lemas ke sisi
kapal untuk diangkat ke geladak kapal

Faktor Cuaca di atas permukaan laut

Matahari dan Bulan
Terik tidaknya matahari pada siang hari kadang mempengaruhi kegiatan ikan.
Memancing yang baik adalah saat menjelang pagi atau subuh, dimana secara
biologis ikan baru keluar dari tidurnya dan mencari makan. Diteruskan hingga
siang hari teriknya matahari yang terus bersinar tanpa adanya mendung dan
gelap.

Sedangkan di malam hari berpengaruh kepada ada atau tidaknya bulan. Pada malam
hari memancing ikan yang baik adalah pada saat tidak ada bulan atau dengan kata
lain pada saat tidak ada sinar. Karena air laut itu mengandung garam maka jika
ada sinar bulan pada malam hari akan menyebabkan senar pancing yang ada di
dalam air laut akan terlihat seperti menyala, itu diakibatkan karena adanya
sinar atau cahaya dari atas permukaan air. Tetapi untuk memancing cumi-cumi
atau udang lebih sering dilakukan pada malam hari justru disaat ada bulan
adalah saat yang paling baik, karena hewan-hewan ini sangat tertarik kepada
cahaya yang menyebabkan mereka mengumpul di permukaan laut disaat ada bulan.
Itu sebabnya mengapa nelayan pada malam hari menggunakan lampu atau petromak
untuk mencari ikan kecil, udang dan cumi-cumi.

Angin, Ombak dan Awan
Kecepatan angin juga mempengaruhi kegiatan ikan, karena besar tidaknya ombak
adalah akibat dari tiupan angin. Dari tiupan angin akan mengakibatkan adanya
ombak dan juga bisa berpengaruh kepada ada atau tidaknya awan. Jika memancing
di tengah teluk yang curam disaat ombak besar ikan-ikan yang lebih kecil
biasanya akan menuju ke teluk yang mengakibatkan ikan-ikan besar juga ikut ke
dalam teluk untuk mencari mangsa.

Aliran angin juga tergantung dari cuaca dan musim. Jika mendung dan matahari
terhalang atau redup, ikan laut juga biasanya akan berenang dan berada lebih
kedalam air atau bahkan ke dasar laut. Disaat hujan atau musim hujan, ikan laut
cenderung lebih sedikit karena salinitas air laut atau kadar garam pada air
laut berkurang yang disebabkan oleh banyaknya air tawar yang terbuang ke
permukaan laut juga ditambah oleh aliran muara sungai tempat air tawar terbuang
ke tengah laut dan mengakibatkan ikan menuju ke tengah laut, ke dasar laut atau
bersembunyi dikarang. Sedangkan jika hujan terjadi di tengah laut dan hanya
sebentar apalagi ketika hujan baru reda kadang ikan akan bertambah lapar dan
agresif.

Faktor Cuaca di dalam air laut

Suhu air laut
Suhu air laut sangat berpengaruh pada ikan, jika terlampau panas ikan akan
lebih ke dalam laut atau ke tengah laut untuk mencari suhu yang lebih dingin,
tetapi pada suhu yang agak tinggi ikan akan lebih agresif dalam mencari makan.
Sedangkan jika suhu air laut terlampau dingin, ikan akan kurang dalam selera
makan dan kurang begitu agresif. Suhu air laut daerah tropis berkisar antara 26
- 35 derajat celcius sedangkan pada daerah kutub bisa mendekati nol derajat
celcius.

Arus air laut
Arus air dipengaruhi oleh keadaaan laut sekitarnya. Banyak kejadian pada saat
situasi angin lemah, arus air bisa kencang atau pada saat angin kencang arus
air dalam laut justru lemah. Jadi arus air tidak dipengaruhi oleh angin.

Jika arus air laut kencang dapat terlihat pada mancing dasar oleh miringnya
senar pancing ketika timah pemberat umpan pancing dan mata kail sudah menyentuh
dasar laut. Kadang mata kail dapat bergeser sangat jauh atau bahkan tidak dapat
menyentuh dasar laut. Keadaan seperti ini dapat diatasi dengan memberi pemberat
yang lebih besar. Seperti layaknya udara, air laut bergerak dari yang bersuhu
dingin menuju ke suhu yang lebih hangat. Pada daerah pertemuan kedua arus
inilah biasanya ikan banyak berkumpul.

Kejernihan air laut
Faktor kejernihan atau kekeruhan air laut juga patut diperhitungkan. Kadang
kekeruhan air yang buruk atau banyaknya sampah dapat menyebabkan ikan
berkurang. Saat yang lebih baik adalah pada keadaan laut sekitarnya bening dan
berwarna biru terang dan matahari bersinar terik. Kadang perbedaan warna laut
bisa diakibatkan oleh sinar matahari yang redup atau terhalang oleh mendung,
hal ini dapat menyebabkan air laut terlihat keruh.

Musim Mancing

Bagaimana mengetahui pengaruh musim yang tepat bagi aktifitas memancing di danau, waduk, rawa dan perairan umum lainnya?

Dalam glosari perikanan, dikenal istilah perairan umum, yaitu suatu ekosistem perairan berupa danau, rawa, waduk dan sungai. Istilah perairan umum ini untuk membedakan dengan perairan laut, karena selama ini para mania mancing menyebut mancing di perairan umum dengan nama mancing darat, suatu "salah kaprah" yang sudah lama terjadi, bagaimana bisa mancing kok di darat?, bukan di air. 
Jadi nilai pentingnya adalah ekosistem dimana airnya tidak mengandung garam sama sekali. Ilmu yang mempelajari ekosistem perairan umum adalah limnologi.  Berikut ini adalah sebagian kecil ilmu limnologi tentang perubahan musim dan pengaruhnya bagi aktifitas memancing.
ekosistem-ed125.jpg

Musim Kemarau

Di danau ataupun rawa pasti terjadi proses turnover atau proses dimana lapisan air di danau berpindah, lapisan atas turun ke bawah dan lapisan air di bawah naik ke atas. Proses ini selalu terjadi karena perubahan musim, dimana musim penghujan dan musim kemarau menyebabkan perbedaan suhu air danau.
Musim kemarau yang panas menyebabkan lapisan atas air danau menjadi hangat. Lapisan bawah dingin dan miskin oksigen. Karena ikan membutuhkan oksigen terlarut yang tinggi di air, maka ikan akan berada di tengah atau sebagian di permukaan air  danau. Di daerah tengah ini disebut sebagai termo cline.

Musim Hujan

Sebaliknya saat musim hujan, air di permukaan cenderung dingin sehingga  lebih banyak oksigen terlarut di air dibanding di dasar danau yang hangat. Ikan cenderung banyak berada di permukaan dibanding  di dasar danau.






Gb.2. Musim hujan, ikan cenderung berada di permukaan danau

Suhu Air
Masing-masing jenis ikan mempunyai perbedaan kapasitas hidup pada suhu yang beragam untuk dapat hidup.  Meskipun kadangkala ikan tidak dapat menemukan suhu yang tepat untuk mereka hidup, tetapi biasanya ikan dapat ditemukan pada rentang suhu yang dapat ditoleransi untuk hidupnya.
Dengan mengkombinasikan pengetahuan tentang suhu air danau, maka para pemancing dapat memprediksikan ikan terdapat dibadan air bagian  atas  atau bawah pada musim kemarau maupun musim penghujan berdasarkan pencerahan di atas.
Ikan yang suka pada air hangat akan berada di permukaan saat musim kemarau dan di dasar saat musim penghujan. Demikian pula sebaliknya untuk ikan yang suka pada air yang agak dingin.


Gb.3. Secara umum, saat musim kemarau, ikan cenderung berada di lapisan air bagian bawah.

Suhu air yang terlalu panas membuat ikan yang berada di danau, rawa dan waduk akan berhenti mencari makan, energi mereka hanya digunakan untuk menstabilkan metabolisme tubuh. Ikan tidak seperti mamalia yang berdarah panas, tetapi termasuk berdarah dingin, artinya mereka tidak dapat mempertahankan suhu tubuh pada kondisi konstan bila suhu di luar terlalu digin atau panas.  Sehingga pada musim panas di siang hari tentu nafsu makan ikan akan turun, sehingga mancing yang baik adalah pada pagi dan sore hari.


Suhu air yang ekstrim akan mempengaruhi metabolisme tubuh ikan sehingga akan mempegaruhi juga kerja fungsi-fungsi organ. Suhu sekitar perairan yang terlalu panas atau terlalu dingin akan menurunkan kandungan oksigen terlarut di air sehingga membuat ikan menjadi tidak aktif. Pernahkah suatu saat anda mancing dan  melihat banyak ikan di suatu spot tetapi tidak ada satu ikanpun yang makan umpan yang kita berikan? , itu berarti energi yang ada hanya digunakan untuk menstabilkan diri karena suhu air terlalu dingin atau terlalu panas.

Sinar Matahari

Sinar matahari tentu menyebabkan suhu air danau atau rawa menjadi lebih hangat, seperti pencerahan di atas. Pada waktu pagi hari sinar matahari mulai menghangatkan air danau, menciptakan kondisi air lebih hangat sehingga menarik ikan untuk melakukan aktifitas feeding (mencari makan). Dasar danau atau rawa yang berwarna gelap dan belumpur lebih cepat menghangatkan air dibanding dasar danau yang berwarna cerah, misalnya pasir putih atau struktur dasar berupa batu gamping/kapur.
Semakin hangat atau panas menjelang siang , maka ikan akan turun ke posisi air yang lebih dingin. Hal ini yang menerangkan mengapa saat pagi ikan terlihat banyak sekali, kemudian menjelang siang tidak terlihat lagi atau sepi dari gerombolan ikan.

Angin

Angin sangat berpengaruh bagi kesuksesan pemancing di danau/ waduk.  Angin membawa partikel-partikel hara atau plankton ke suatu daerah dimana angin bertiup. Jadi saat ada angin dan anda sedang memancing di pinggir danau, maka biasanya ikan-ikan kecil juga pergi bersama angin karena mengejar plankton dan zat hara (nutrisi), demikian pula ikan besar mengikuti juga pergerakan ikan-ikan kecil.


Gb.4. Angin menyebabkan ikan mengikuti arah angin

Bila arah angin ke arah darat maka carilah pinggir danau berupa tanjung (daratan yang menjorok ke danau)  dan mancinglah di ujung tanjung seperti pada gambar di bawah ini. Karena banyak ikan yang menunggu nutrisi di depan tanjung.






Gb. 5. Saat angin ke arah darat, ikan menunggu nutrisi di ujung tanjung

Badai, Hujan dan Langit Berawan
Kadangkala saat kita asyik mancing di danau, seringkali kita mendapati tiba-tiba mendung dan hujan bahkan sering ada badai dan kilat. Bagaimana kondisi ini untuk memancing?. Badai dan perubahan cuaca seringkali mempengaruhi kesuksesan memancing, kadang hasilnya buruk, kadang sebaliknya.
Awan yang datang dengan tiba-tiba  tentu menyebabkan sinar matahari yang menyinari  permukaan air jadi terhalang. Hal ini berakibat ikan lebih agresif dalam mencari makan, sehingga memancing saat awan datang tentu lebih baik hasilnya dibanding saat terang benderang di siang atau sore hari.
Hujan ringan atau gerimis adalah waktu yang baik untuk memancing di perairan umum, karena menyembunyikan bayangan pemancing ataupun perahu pemancing, selain itu air hujan juga mencuci aroma tangan pemancing yang terdapat di umpan yang tentu dihindari oleh ikan.


Gb.6. Hujan gerimis menyebabkan ikan banyak berada di permukaan air

Tetapi saat hujan deras merupakan waktu yang kurang tepat untuk memancing karena  hujan deras membuat air menjadi keruh  sehingga lebih sulit bagi ikan untuk menemukan umpan anda. Demikian juga air banjir (keruh) biasanya menyebabkan insang ikan menjadi tertutup lumpur, sehingga sensitifitas dalam mencari makan menjadi sedikit



terganggu. Selain hujan lebat tentu kurang mendukung untuk keselamatan pemancing itu sendiri baik oleh ancaman banjir atau kilatan halilintar.
Jadi saat hujan lebat disertai badai, sebaiknya pulang saja dan mancing di lain waktu, karena keselamatan adalah yang pertama bagi kita..setuju
Memuat...