Selasa, 15 Desember 2009

Pesta Laut Nelayan Indramayu ( NADRAN )

Beginilah suasana tradisi nadran atau pesta laut yang digelar masyarakat nelayan di Indramayu, Jawa Barat. Perahu kecil atau meron disiapkan di Pantai Karangsong Indramayu. Perahu ini berisi kepala kerbau dan berbagai macam sesaji.

Sementara pergelaran tari jaipong dilakukan puluhan penari. Juru kunci kemudian membakar kemenyan dan menyiapkan sebutir telur ayam kampung. Sebelum dilarung ke laut, perahu terlebih dahulu diberkati. Prosesi dimulai ditandai dengan pelemparan telur ayam kampung ke perahu.

Arak-arakanpun dimulai. Perahu berisi kepala kerbau dan sesaji dipikul puluhan pria menuju Pantai Karangsong. Berbagai pertunjukan kesenian daerah mengiringi arak-arakan perahu ini, seperti tarian kerbau, jangkung, dan obrog.

Suasana arak-arakan semakin ramai, karena pesta laut ini dilakukan saat masih dalam suasana libur lebaran. Warga tampak sangat antusias mengikuti prosesi ini. Perahu berisi sesaji kemudian diangkat ke atas kapal yang akan membawanya ke tengah laut. Kapal bergerak menuju ke tengah laut, dengan diikuti perahu para nelayan.

Sekitar 3 mil dari pantai, perahu yang berisi kepala kerbau dan sesaji dilarung ke laut dengan menggunakan alat berat.
Kini tibalah saat yang paling dinantikan para nelayan. Berebut mencapai perahu berisi sesaji yang telah dilarung ke laut. Sementara warga lain bersorak menyemangati .

Tradisi nadran atau pesta laut ini merupakan agenda rutin dua tahun sekali nelayan Karangsong. Ritual ini merupakan wujud rasa syukur nelayan atas berkah dan melimpahnya hasil tangkapan nelayan. Dalam setahun ini, hasil tangkapan nelayan Indramayu melebihi target sebesar 100 miliar rupiah.

Pesta laut yang diselenggarakan kali ini merupakan pesta laut terbesar yang dilaksanakan nelayan Indramayu.
Para nelayan Indramayu tidak saja mencari rezeki di sekitar perairan Indramayu, tetapi juga menyebar ke pesisir Jawa Tengah, Jawa Timur dan Muara Angke Jakarta


Kedua, memupuk rasa persaudaraan (paguyuban), gotong royong, dan solidaritas sosial yang tinggi di antara warga pesisir (nelayan) dalam bermasyarakat. Ketiga, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang berakar dari bangsa sendiri yang kini mulai terkikis zaman

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Memuat...