Kita tentu biasa melihat penjual pecel lele, soto, bakso atau oncom. Umumnya kita hanya akan mengangkat bahu, berjalan menjauh dan tidak tertarik mengetahui secara pasti sebetulnya berapa besar uang yang dapat mereka dapatkan dalam sebulan.
Bisnis berkesempatan melakukan survei kecil-kecilan di seputar lapak-lapak di wilayah Slipi Jaya. Boleh percaya atau tidak, ternyata pendapatan bersih seorang penjual gorengan dalam sebulannya mampu mencapai sekitar Rp1,5 juta hingga 2 juta.
Dengan jumlah pendapat itu dapat dibilang menyamai gaji seorang fresh graduate strata satu yang bekerja di bank.
Mereka-mereka lah yang oleh Pendiri PT Datascrip Penerbit, Joe Kamdani disebut enterpreneur street fighter sejati yang berdiri tanpa merengek-rengek fasilitas khusus dari pemerintah, bantuan kredit perbankan.
Bahkan ajaibnya, ketika enterpreneur besar yang bermain di ketiak pemerintah ambruk karena krisis, gerobak yang mereka "tarik" ternyata berjalan lancar-lancar saja jalannya.
Bahkan, tak sedikit dari mereka yang melesat. Jika merunut nama enterpreneur yang sebagian besar memulai bisnisnya dari daerah, kemudian baru merambah Jakarta.
Sehingga sebenarnya merekalah yang pantas dijuluki pengusaha sejati sebab mereka pandai memilih bidang bisnis masa depan. Jenis usahanya, mungkin, bukan sesuatu yang luar biasa.
Bukti dilapangan membuktikan ternyata barang/jasa yang dihasilkan diminati pasar dan benar-benar menjadi kebutuhan orang banyak.
Hal yang patut direnungkan, jumlah penguasaha yang patut diteladani seperti itu masih terlalu kecil jumlahnya, bila dibandingkan dengan populasi pengusaha di Indonesia.
Apalagi, kalau dibandingkan potensi bisnis luar biasa besar yang belum tergarap selama ini di Indonesia.
Menurut Presiden Direktur Bosowa Group, Aksa Mahmud meski entrepreneur atau pengusaha adalah jenis profesi yang banyak diidam-idamkan oleh banyak individu yang menginginkankan kebebasan dalam memperoleh penghasilan dan kebebasan dalam mengelola ide bisnis serta fleksibiltas dalam mengatur waktu.
"Hanya saja banyak diantara kita selain faktor budaya ternyata masih ingin menjadi pegawai dan cenderung untuk bermimpi tanpa bekerja keras,"ujarnya.
Menurut dia dalam diri enterpreneur sejati harus memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi a.l tidak cepat puas, terus berinovasi, dan mau bekerja keras
Dalam seminar bulanan Solusi Bussines yang mengambil tema "How To Be A Success Enterpreneur " lalu yang juga dihadiri Abdulgani, orang dibalik kembali sehatnya PT Garuda Indonesia Airways. Mereka bertiga memberikan tips dan saran bagi orang yang ingin menjadi enterpreneu sejati.
Tunjukkan komitmen kewirausahaan Anda, perubahan pandangan atau pola berpikir karyawan atau profesional menjadi pola pikir wirausaha diperlukan revolusi yang sangat radikal dalam mental dan pikiran seseorang.
Banyak sekali ketakutan dan kekhawatiran dalam benak seseorang apabila ingin berubah status dari karyawan menjadi wiraswasta. Permasalahan yang banyak dihadapi adalah belum siapnya mental sesorang untuk mengurusi kebutuhan diri sendiri secara total serta komitmen wirausaha yang tinggi.
Tanpa adanya komitmen yang maksimal maka dikhawatirkan sesorang akan mengalami frustasi dan kegamangan dalam menjalani proses 'banting tulangnya' menjadi seorang pengusaha.
Adanya komitmen yang tinggi diperlukan untuk memberikan spirit dan 'semangat' supaya seseorang mempunyai kemauan keras dan usaha yang pantang menyerah serta mampu menumbuhkan etos kerja keras yang maksimal.
Jadikan pengalaman kerja/ketrampilan atau hobi sebagai modal wirausaha, sebelum melakukan pilihan jenis wirausaha mana yang akan dijalani oleh seseorang maka alangkah bijaksananya untuk menginventarisasi kompetensi dan pengetahuan yang telah dimilikinya sebagai modal berwiraswasta.
Tujuannya supaya seseorang mampu memilih bidang usaha yang mempunyai fondasi cukup kuat dalam dirinya serta selalu senang dan bersemangat mengelola bisnisnya.
Banyak contoh pengusaha yang memulai bisnisnya dari hobi yang disukainya dan ternyata membawa kesuksesan yang luar biasa. Oleh karena itu jangan remehkan hobi yang Anda miliki sekarang seperti memotret, membuat masakan, merawat mobil, mendesain rumah, siapa tahu bisa menjadi peluang bisnis.
Berani tampil beda, untuk menjalankan bisnis kita supaya lebih sukses maka ada salah satu strategi yang bisa dilakukan yaitu membuat produk bisnis dan jenis usaha yang dikelola dengan 'usaha tampil beda' atau mampu melaksanakan differentiating strategy.
Dengan tampil beda berarti produk atau jasa tersebut mempunyai keunggulan atau kelebihan yang tidak ada pada produk atau jasa lain yang sejenis. Kunci 'tampil beda' dalam mengelola bisnis baru diharapkan mampu menjadi produk yang menguntungkan.
Terapkan strategi 'tampil beda' pada bidang usaha Anda, sehinggga bisnis Anda bisa mempunyai "niche market" di pasar konsumen yang semakin ketat persaingannya.
Gunakan modal seaman dan sehemat mungkin, untuk memulai usaha serta wiraswasta secara cerdas dan bijaksana maka gunakanlah modal secukupnya dan sehemat mungkin.
Evaluasi kebijakan modal investasi secara konservatif dan gunakan uang modal secara bijaksana. Dengan melakukan penghematan dan kontrol modal investasi diharapkan apabila Anda mengalami kegagalan awal dalam mengelola bisnis maka jumlah kerugian yang dialami tidak akan begitu besar yang akan membuat Anda jera memulai bisnis baru lainnya.
Teknik lainnya, yaitu gunakanlah uang secara aman dan mempunyai konsep yang penting lainnya yaitu pilihlah sumber uang yang tidak mempunyai beban atau kewajiban pembayaran suku bunga yang ketat.
Siapkan modal keuletan dan ketekunan, untuk menjadi sukses sebagai wiraswastawan dibutuhkan beberapa modal yang sangat penting yaitu antara lain modal pengetahuan (knowledge capital), modal investasi (investment capital) serta modal ketekunan atau keuletan.
Kalau Anda tahu Ray Kroc (pendiri McDonald's Corporation), Bob Sadino (pengusaha agribisnis, pemilik Kem Chick), Sukiyatno Nugroho (Pemilik Es Teler 77), Ciputra (pengusaha properti), Purdi Chandra (pemilik Primagama) dan masih banyak lainnya.
Mereka merupakan contoh menarik dalam belajar kewirausahaan bagaimana mereka memulainya dari nol sampai menjadi usaha yang besar.
Mereka adalah jenis individu yang ulet dan tekun, dalam usia yang lanjut ia menunjukkan bahwa bisnis yang dikelolanya merupakan hasil keuletan dan ketekunan
Walaupun ada modal uang, kecerdasan dan pengetahuan yang luas tidak menjamin usaha bisnis tersebut selalu sukses tetapi bisa juga mengalami kegagalan apabaila sang pendiri atau pemilik usaha tersebut tidak mempunyai jiwa keuletan dan ketekunan.
Sampai kapan pun tanamkan jiwa ulet dan ketekunan pada diri Anda untuk mewujudkan mental wirausaha yang sukses.
Bertindak nyata, yang membedakan ciri orang pintar yang iri melihat kesuksesan orang lain dengan ciri orang biasa (tidak pintar sekali) yang sukses dalam mengelola bisnisnya.
Jawabannya adalah orang pintar hanya banyak bicara dan membuat konsep dan ide yang luar biasa bagus tetapi tanpa didukung adanya tindakan nyata atau aksi realistis dalam mewujudkan rencana atau cita-citanya.
Sementara orang biasa atau yang tidak pintar sekali, mereka mempunyai konsep dan ide biasa tetapi diwujudkan dan ditindak lanjuti sedikit demi sedikit sampai berkembang sangat pesat dan sukses. Kunci sukses wiraswasta adalah aksi terus menerus (sustainable action).
Tanamkan budaya kerja, Anda ingat sejarah banyak pengusaha sukses di Indonesia yang sekarang mempunyai grup usaha bernilai ratusan miliar bahkan triliunan rupiah, seperti Liem Sioe Liong, Eka Tjipta Widjaja, Putera Sampoerna dan lain-lainnya.
Pada awal mendirikan usahanya selain ketekunan adalah kerja keras yang luar biasa. Berpikir cerdas dan bekerja keras yang produktif akan membuat Anda mewujudkan mimpi-mimpi bisnis atau usaha yang akan Anda kembangkan bisa berkembang besar dan lebih sukses.
Perbanyak relasi dan analisa terus pemasaran, kunci sukses seorang dalam mengelola usahanya salah satunya yaitu dengan adanya dukungan jaringan pemasaran, distribusi serta promosi produk dan jasa yang dikelolanya.
Cara untuk dapat menambah relasi dan jaringan pemasaran yang luas yaitu dengan cara lebih proaktif serta lebih agresif untuk menambah jumlah calon konsumen yang dimilikinya.
Lakukanlah pemasaran yang proaktif dan agresif karena setiap produk mempunyai peluang pasar yang harus direbut secepatnya kalau tidak maka produk dan jasa orang lain yang akan merebut hati konsumen.
Jangan takut gagal, kegagalan apabila berani mencoba lagi adalah awal langkah menuju kesuksesan. Kata gagal merupakan momok bagi banyak orang untuk melakukan sesuatu usaha baru.
Apabila Anda membuat usaha bisnis atau wirausaha yang baru maka perasaan rasa ketakutan dan kegagalan selalu menghantui diri Anda. Di sinilah dimulai tantangan untuk untuk tidak takut gagal dalam memulai usaha baru.
Oleh karena itu bagi Anda yang ingin mencoba wirausaha, jangan sekali-kali takut pada kegagalan, karena kegagalan adalah bagian proses menuju kesuksesan bisnis Anda.
Belajar dari resep sukses para wiraswasta maka sudah banyak referensi dan rujukan yang lengkap yang bisa memandu anda menjadi wirasuaha yang berhasil. Tetapi semua resep dan kunci sukses adalah bernilai 1% sementara sisanya 99% adalah tindakan nyata dan hasil keuletan dan kerja keras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar